Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Friday, September 21, 2012

JJ Rizal: Jokowi-Basuki "Jongos" Terbaik Pilihan Jakarta

KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA   
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
 
JAKARTA, - Sejarawan Betawi, JJ Rizal mengatakan kemenangan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama sebagai kemenangan wong ndeso. Bahkan, ia menyebutkan pasangan Jokowi-Basuki merupakan jongos terbaik pilihan masyarakat Jakarta. Jongos adalah pelayan dalam arti kasar di Jawa.

"Satu hal yang menarik dari kemenangan Jokowi-Ahok ini adalah kemenangan wong ndeso, kemenangan orang kampung. Dimana dalam artian antropologi masyarakat kota yang butuh pembantu, orang Indonesia terutama Jakarta sangat merindukan sosok pembantu," kata JJ Rizal, dalam acara "Polemik Sindo Radio: Belajar dari Pilkada DKI", Warung Daun, Jakarta, Sabtu, (22/9/2012).

Dikatakan oleh Rizal, pasangan Jokowi-Basuki ini merupakan tipe pemimpin yang melayani masyarakat atau dikenal dengan istilah Servant Leadership. "Mereka jongos paling baik untuk publik, pilihan publik. Mereka harus selalu siap sedia melayani tuannya, yaitu rakyat. Mereka ini pembantu yang dianggap paling mewakili pelayanan rakyat," kata JJ Rizal.

Mendengar pernyataan itu, Basuki Tjahaja Purnama yang juga turut hadir dalam acara itu, sontak tertawa mendengar dikatakan "Jongos". Sementara itu, Psikolog Politik, Hamdi Muluk memberikan pesan kepada Basuki untuk jangan selalu mengikuti regulasi partai politik yang mendukung pasangan Jokowi-Basuki.

Seperti yang diketahui, dua parpol pendukung Jokowi-Basuki adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). "Tolong dikasih pesan kepada parpol pendukung Anda. 'Hei, saya sekarang penguasanya, regulasi Anda ikut kita'. Lalu buat kontrak politik dengan rakyat. 'Hei rakyat saya jongos Anda sekarang dan kami siap melayani Anda semua'," kata Hamdi Muluk kepada Basuki.

Selain itu Hamdi Muluk juga berpesan kepada Basuki untuk jangan tergoda Pemilihan Presiden 2014. Menjawab itu, Basuki menjawab tidak akan maju di Pilpres 2014. "Masalah capres cawapres, tergoda atau tidak, saya kan nggak punya partai untuk maju mencalonkan diri," kata Basuki.

JJ Rizal pun memotong pembicaraan dan mengatakan kalau sampai Basuki mencalonkan diri di Pilpres 2014, berarti apa yang dibicarakan oleh akun twit anonim @TrioMacan2000 itu benar. "Apa bagusnya sih Trio Macan itu. Akun anonim kok disebut-sebut dan dipercaya," kata Basuki sambil tertawa.


Sumber : http://pilkada.kompas.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Kemenangan Jokowi-Ahok Bukti Politik Agama Tak Laku

Jokowi di tengah-tengah pendukungnya /*ist
Kemenangan ‘sementara’ Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta telah membuktikan bahwa jualan politik dengan label agama sudah tidak laku.

“Masyarakat sudah bosan karena orang yang melakukan ‘jualan agama’ sama sekali tidak membawa perubahan yang nyata,” kata Sekjen Aliansi Damai Anti Penistaan Islam, M.Idris Hady, kepada LICOM, Jumat (21/09).

Menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua memang berhembus keras isu-isu yang menyudutkan pasangan tertentu. Isu yang dipakai berbau suku agama ras dan antar-golongan (SARA).

Selain itu, kemenangan Jokowi-Ahok suara partai tidak identik dengan suara masyarakat seutuhnya. Ini terbukti Jokowi-Ahok yang hanya didukung PDIP-Gerindra mampu melawan hegemoni koalisi besar Demokrat-Golkar-PPP-Hanura-PKS.

Sikap kesederhanaan figur Jokowi-Ahok yang tampil apa adanya serta tanpa dibuat memikat masyarakat, ketokohan keduanya muncul dari kepribadian dirinya, bukan polesan politik. Ini juga berpengaruh pada kemenangan keduanya.

“Selamat atas kemenangan Jokowi-Ahok. Semoga Jakarta akan berubah sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh masyarakat Jakarta khususnya, dan masyarakat luar jakarta yang selalu melihat Jakarta dalam persepektif miniatur negara,” ujar Idris.@aripurwanto


Sumber : lensaindonesia.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Saturday, September 15, 2012

Survei: Warga Menilai Kinerja Pemprov DKI Buruk

Dua Cagub DKI Jakarta, Joko Widodo dan Fauzi Bowo.
Selain memenangkan Jokowi, survei Soegeng Sarjadi School Goverment (SSSG) juga menunjukkan bagaimana penilaian warga terhadap kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Saat ditanya mengenai penilaian responden terhadap penanganan masalah kemacetan di Jakarta, mayoritas responden, yakni 54 persen, menilai buruk; 37 persen menilai sangat buruk; dan hanya 6 persen menilai baik.

Demikian pula dengan penilaian terhadap masalah banjir, 57 persen responden menilai buruk, hanya 18 persen yang menilai baik. Adapun penilaian responden terhadap masalah pendidikan hampir berimbang, dengan 45 persen menilai buruk dan 44 persen menilai kinerja pemerintah baik.

Dalam hal pelayanan kesehatan, 49 persen responden menilai buruk, 39 persen menilai baik. Penanggulangan masalah kemiskinan pun masih dinilai buruk oleh 58 persen responden.

Hal yang sama tampak dalam hal penanggulangan masalah korupsi, yaitu 63 persen responden menilai sangat buruk. Menurut para responden, satu-satunya keunggulan Pemprov DKI Jakarta ialah pengembangan pariwisata, yakni dinilai baik oleh 54 persen responden.

Telesurvey SSSG juga memperlihatkan pasangan Jokowi-Ahok sangat diharapkan warga memimpin Jakarta dan mengatasi masalah kemacetan, banjir, pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.
Misalnya, ketika ditanya, pasangan mana yang mampu mengatasi kemacetan, 39 persen responden memilih Jokowi-Ahok, 35 persen memilih Foke-Nara. Hasil yang sama terlihat dalam hal penanggulangan banjir, 40 persen menilai Jokowi-Ahok mampu mengatasi masalah kemacetan di Jakarta.

Menanggapi kekalahan Foke dalam survei SSSG, pengamat politik dari CSIS, J Kristiadi, menyatakan, kajian ini dapat mewakili pandangan kelas menengah. Keberhasilan sistem demokrasi dalam penentuan pemimpin Jakarta pun ditentukan oleh kelas menengah.

"Karena itu, kalau mau perubahan, datang ke TPS karena peran penting warga untuk perubahan sangat besar," ujarnya.

Kristiadi mengatakan, salah satu barometer terpilihnya seorang pemimpin ialah kepercayaan dari masyarakat.

"Kenapa selisih hasil surveinya enggak jauh? Incumbent, tingkat kepercayaan dari masyarakat dibilang kecil. Sementara Jokowi lebih unggul. Ini soal trust. Ia berhasil memimpin di Solo. Belum tentu dia mampu memimpin di Jakarta, tapi dari pengalamannya, rakyat akhirnya menaruh harapan," kata Kristiadi.

Sumber : kompas.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Foke-Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Tuesday, August 14, 2012

Tersangka Korupsi Quran Segera Ditahan

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Direktur Utama PT Perkasa Jaya Abadi Nusantara, Dendy Prasetya, sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Al-Quran. Juru bicara KPK, Johan Budi S.P. membenarkan pemeriksaan Dendy. "Penyidik membutuhkan keterangan yang bersangkutan," kata dia, Rabu, 15 Agustus 2012.

Johan belum memastikan KPK bakal menahan Dendy hari ini. Tapi, sumber Tempo mengatakan Dendy akan langsung ditahan jika memenuhi pemeriksaan hari ini. "Demi kepentingan penyidikan," kata sumber tersebut.

Penyidik menjadwalkan pemeriksaan Dendy pukul 09.00 WIB. Namun sampai pukul 10.20 WIB, ia belum juga mendatangi kantor KPK.

KPK menetapkan Dendy sebagai tersangka penerima suap terkait pembahasan anggaran proyek pengadaan Quran 2011-2012, dan pengadaan alat laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah 2010-2011 di Kementerian Agama. Ayah Dendy, Zulkarnaen Djabar yang juga anggota Badan Anggaran DPR dari Partai Golkar ikut menjadi tersangka. Keduanya diduga menerima suap sebesar Rp 4 miliar terkait kedua proyek tersebut.

Pada APBN pokok 2012, anggaran pengadaan Quran sebesar Rp 55 miliar. Kemudian, pada APBN Perubahan anggaran naik dua kali lipat menjadi Rp 110 miliar untuk 2 juta Quran. Adapun anggaran pengadaan alat laboratorium komputer pada APBN 2010-2011 sebesar Rp 31 miliar. 


Sumber : tempo.co | Kumpulan Informasi Menarik  | Foto : Zulkarnaen Djabar
Tags : Seputar Politik, Tokoh

Anis Matta : Dukung Foke Sebagai Pendidikan Politik Bagi Masyarakat

Keputusan PKS untuk tidak mendukung  Jokowi lebih disebabkan pada alasan legacy politik agar baik Jokowi maupun ahok dapat menyelesaikan tugasnya di solo dengan baik hingga akhir masa jabatan.

Sekjen PKS yang juga menjadi wakil ketua DPR, Anis matta, mengatakan PKS ingin memberikan pendidikan politik bagi masyarakat Jakarta dengan memberikan dukungan kepada tokoh yang dinilai tidak lompat-lompat untuk jabatan yang sekarang didudukinya.

” Jokowi ini kita lihat calon potensial tapi ada baiknya beliau selesaikan tugasnya di Solo,  Ahok juga tidak selesaikan tugasnya, ini tidak bagus, Kalau Jokowi bekerja 10 tahun di Solo, bagus penerusnya akan lebih baik menurut saya akan meninggalkan legacy yang lebih bagus, melompat-lompat seperti ini tidak bagus untuk pendidikan politik

bagus orang kalau menuntaskan misinya apalagi Jokowi satu-satunya walikota yang dipilih degan suara terbanyak jadi dituntaskan sajalah dulu tugasnya disana toh dia masih muda” kata Anis matta di gedung DPR/MPR senayan Jakarta Rabu (14/8/2012).

Anis matta,  mengatakan PKS menilai kinerja Jokowi yang dinilai berhasil dikota solo tidak komparable bila dijadikan tolak ukur bagi keberhasilan Jokowi kelak bila memang akan memimpin Jakarta.

“Anda harus bedakan dua hal kinerja dgn style, saya kira kalau bicara kinerja maka kinerja Foke di DKI tidak seperti kita harapkan, tapi Anda tak bisa bandingkan antara DKI dengan Solo tidak comparable. DKI ini kan miniaturnya negara, tapi utk kepentingan pendidikan politik, track yang dibuat pak Jokowi ini tidak bagus bersamaan juga dengan Ahok” katanya.

Dukungan PKS kepada Foke juga diakui anis matta untuk konstituen PKS yang beririsan langsung dengan Konstituen Foke.

“Putaran pertama PKS kita ajukan calon yang menurut kita terbaik tapi tidak diterima mas dan pilkada kedua ini bukan perang PKS pertimbangan kita memenuhi harapan konstituen. Konstituen PKS ini lebih besar irisannya dengan konstituen Foke jadi kita ingin penuhi harapan konstituen” pungkasnya.@suci


Sumber : lensaindonesia.com | Kumpulan Informasi Menarik  | Foto : Anis matta
Tags : Politik, Tokoh

Sunday, August 12, 2012

PB NU: Tak ada masalah non muslim pimpin Jakarta

JAKARTA. Terkait permasalahan isu Suku, Ras dan Antargolongan (SARA) yang akhir-akhir ini berhembus pada pemilihan gubernur DKI Jakarta, Ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlathul Ulama (NU) menyatakan tidak ada masalah seorang non-muslim menjadi gubernur DKI Jakarta.

"Keadilan bersama pemimpin non-muslim jauh lebih baik daripada kedzaliman bersama pemimpin muslim sendiri," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj yang mengutip Ibnu Tamiyah dalam kitab Fiqh Khusyatah di Kantor Pusat PBNU, Jakarta Pusat, (11/08).

KH Said Aqil Siraj mengatakan, seorang pemimpin non-muslim yang adil maka akan berbuat adil terhadap muslim itu sendiri, sebaliknya jika pemimpin Islam yang berlaku dzalim maka rakyat Islam nya pun akan didzalimi.

"Artinya Jokowi dan Ahok jika menang silahkan saja memimpin DKI, NU tidak keberatan," ujarnya.

Bentuk penyataan ini bukan sebuah bentuk dukungan. Namun, NU hanya penegasan bahwa tidak ada masalah bagi non muslim untuk memimpin DKI Jakarta. "Tidak ada problem, bagi non muslim menang pemilukada DKI, dan silahkan saja memimpin DKI Jakarta,"tukasnya.


Sumber : nasional.kontan.co.id | Kumpulan Informasi Menarik  | Foto : Jokowo Ahok
Tags : Politik, Tokoh

Saturday, June 30, 2012

Jokowi-Ahok Kampanye, GBK Dibanjiri "Kotak-Kotak"

JAKARTA - Setelah pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo-Nacrowi Ramli dan Hendardji Supanji-Riza Patria, hari ini giliran pasangan Joko Widodo- Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) dan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini melakukan kampanye terbuka.

Pasangan Jokowi-Ahok menggelar kampanye di kawasan Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, sedangkan Hidayat-Didik di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pantauan Okezone di parkir timur GBK, Minggu (1/7/2012), ribuan pendukung Jokowi-Ahok tampak melakukan konvoi dari Jalan MT. Haryono menggunakan motor menuju Senayan. Senayan pun berubah menjadi kotak-kotak merah.

Hadir dalam kampanye tersebut, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Dia membuka orasi mendukung pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra ini.

“Kami sering dapat serangan black campaign dari pihak tidak yang bertanggung jawab. Hal seperti itu membuat kami semakin populer," ungkap Ahok saat dilakukan konfirmasi awak media.

Sumber : okezone.com | Kumpulan Informasi Menarik  | Foto : Jokowi-Ahok
Tags : Politik, Ekonomi

Thursday, June 7, 2012

Asal Mula dan Penemu Mie Instant


Asal Mula dan Penemu Mie Instant - Barang kali kita pantas berterima kasih kepada Mamofuku Ando, orang Jepang kelahiran Chiayi, Taiwan, 5 Maret 1910

Berkat kerja keras dan jerih payahnya kita sekarang bisa menikmati kelezatan mie instan. Makanan cepat saji dengan banyak penggemar, yang masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 1960-an.

Begini ceritanya…

Ditinggal orang tuanya, Ando yang berumur 3 tahun harus membantu neneknya mengurus rumah. Balita ingusan itu pun mesti menjaga toko. Belum lagi harus mencuci pakaian dan mamasak. Hasilnya positif, ia jadi pintar masak-memasak, tapi sebaliknya sekolahnya terlantar.

Beranjak remaja dan dewasa, ia berkeinginan mejadi pedagang. Harta peninggalan orang tuanya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di Taiwan dan Osaka, Jepang. Usahanya terbilang maju.

Ia pun bisa kembali ke bangku sekolah menyelesaikan pendidikan yang sempat terbengkalai. Ia lulus program magister ekonomi Universitas Ritsumeikan pada tahun 1934 dan mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa diterimanya dari universitas yang sama pada tahun 1994.

Namun kemudian ia dituduh korupsi dalam perdagangan senjata dan onderdil pesawat. Ia lantas dijebloskan ke penjara. Setelah 2 tahun hidup di penjara, ia pun dibebaskan. Pada 1956, satu-satunya harta yang tertinggal adalah rumah.

Masa itu Amerika Serikat sedang gencar-gencarnya menyumbangkan gandum ke Jepang yang sedang paceklik pangan. Harga terigu menjadi murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan rakyatnya mengonsumsi roti dan terigu sebagai pengganti nasi.

Melihat banyak orang melahap mie, di dekat toserba hankyu di Osaka, pikiran Ando terbuka. Mengapa tidak membuat mie dari terigu? Bukankah orang Jepang sangat menyukai mie.

Apalagi mie dirasa enak, murah, tahan lama, dan tidak sulit mengolahnya.

Ide itu terus dipikirkannya. Cuma ia tidak mau membuat mie biasa yang sudah banyak beredar di pasaran. Ia ingin membuat mie bentuk lain yang enak, lebih cepat dan mudah diolah, serta gampang didapat dimana-mana.

Ando mulai mewujudkan impiannya dengan membeli mesin pembuat mie dan bereksperimen membuat mie instant di halaman belakang rumahnya. Mula-mula mie digoreng agar lebih awet, gurih, dan cepat diolah.

Lalu menimbang-nimbang rasa yang pas untuk kuah itu. Dipilihnya kuah ayam karena yang netral. Ando membawa contoh mie instannya ke sebuah toko serba ada. Ternyata semuanya ludes hari itu juga. Waktu itu tahun 1958.

Halaman rumahnya tak cukup menampung pesanan. Ia memindahkan usahanya ke sebuah gudang kosong di Osaka. Di sana Ando membuat mie instant dibantu keluarganya.

Sejak itu perusahaan-perusahaan besar terus menerus ingin menjadi penyalur mie instannya.

Desember 1958, Ando menamai perusahaannya Nissin Foods. Beberapa bulan kemudian ia pindah ke sebuah pabrik seluas 20.000m2.

Ia menerima penghargaan Ordo Matahari Terbit Kelas II dari Pemerintah Jepang. Chicken Ramen dan Cup Noodles adalah produk-produk ciptaannya.

Tahun 1960 ia membuka pabrik kedua, dan tahun berikutnya lahir pabrik baru lagi.

Meski mie instant laris manis, Ia tak bosan-bosan bereksperimen untuk terus memperbaiki mutu. Bahkan ada keinginan memperkenalkan dan menjualnya ke luar negeri.

Untuk melihat semua kemungkinan itu, ia pergi berkeliling Eropa dan Amerika tahun 1966. Di sana ia melihat orang makan mie dengan garpu, tanpa kuah dan memakai piring, dan menyeruput mie dianggap tidak sopan.

Ia juga mengamati ada kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas tanpa harus dimasak. Ada gelas kertas sekali pakai dan kertas almunium sebagai wadah kedap udara.

Ando pun mendapat ilham membuat mie instant dalam wadah berbahan stereofoam, yang lantas ditutup rapat dengan lembaran aluminium. Mie gelas itu tidak perlu dimasak, cukup diseduh. Supaya tidak hancur terkocok-kocok, mie dibuat lebih tebal. Disediakan pula garpu untuk memakannya.

Di puncak keberhasilannya, Ando yang pada tahun 1988 genap berumur 77 tahun, membuka Foodeum di Shinjuku, Tokyo.

Gedung itu disebut pula ISTANA MIE karena mempunyai beberapa restoran mie, tempat disko, dan museum mie.

Mamofuku Ando meninggal di Ikeda, Osaka, 5 Januari 2007 pada umur 96 tahun. Meninggal dunia karena gagal jantung di Rumah Sakit Kota Ikeda, Prefektur Osaka

Peringatan 100 tahun kelahiran Momofuku Ando dirayakan pada 5 Maret 2010. Acara spesial berjudul Instant Ramen Hatsumei Monogatari : Ando Momofuku-den (Kisah Penemuan Mi Instan: Biografi Momofuku Ando) ditayangkan secara nasional oleh Tokyo Broadcasting System.

Dalam film dokumenter ini, Momofuku Ando diperankan oleh Ryji Harada, narasi oleh Kazuo Tokumitsu dan Miki Takai.

Prinsip utama dari darinya adalah, “Dunia damai kalau semua orang cukup makan”, “Makan yang benar membuatmu cantik dan sehat”, dan “Produksi makanan adalah melayani rakyat”. Ketiga butir prinsip tersebut dijadikan prinsip dasar kegiatan bisnis dan pengembangan produk Nissin Foods.

source: http://gugling.com/asal-mula-dan-penemu-mie-instant.html