Showing posts with label Seputar Agama. Show all posts
Showing posts with label Seputar Agama. Show all posts

Monday, August 13, 2012

Traktir Teman, Termasuk Sedekah?




Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb

Salam kenal Pak Ustadz DR. H. Setiawan Budi Utomo,
Saya adalah CPNS gol III/a sejak Mei 2011. Apakah saya sudah berkewajiban mengeluarkan zakat profesi? Saat ini, tidak ada potongan zakat profesi di kantor. Jika belum sampai nisab zakat profesi, saya ingin bersedekah. Selain ke masjid terdekat, apakah mentraktir teman termasuk sedekah? Terima kasih.

Wassalamualaikum wr wb

Khusnul Khowatim di Purwokerto


Jawaban:
Waalaikumsalam wr wb

Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab.Nisab sebesar 5 wasaq/652,8 kg gabah setara 520 kg beras. Besar zakat profesi yaitu 2,5 persen.
Apabila penghasilan belum mencapai nishab, Ibu dapat membayar infak atau sedekah. Berbeda dengan zakat, sedekah memang memiliki keleluasaan baik dari jumlah materi hingga penerimanya. Mengenai mentraktir teman bisa dianggap sedekah atau tidak, hal itu dikembalikan kepada niat. Jika memang pada saat itu teman tersebut sedang tidak memiliki uang untuk makan, lalu ibu mentraktirnya dengan niat untuk sedekah, maka hal itu amat diperbolehkan. Sebab sedekah akan sangat terasa manfaatnya bila diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Wassalamualaikum

Narasumber : DR H Setiawan Budi Utomo


Sumber : ramadhan.kompas.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : ilustrasi
Tags : Norma, Akidah, Sedekah

Inilah Tahapan Ketika Tubuh Kita Berada di Dalam Kubur

Sesungguhnya mayit di dalam kubur akan melewati beberapa fase perubahan, dan inilah fase-fase sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun setelahnya.
 
Malam Pertama
Di kuburan pembusukan dimulai pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut dan kemaluan adalah dua hal terpenting yang anak cucu Adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia. Dua hajat, yang karenanya Allah azza wa jalla membuat manusia merugi di dunia akan membusuk pada malam pertamanya di kuburan. Setelah itu, mulailah jasad berubah warna menjadi hijau kehitaman. Setelah berbagai make up, dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona, nanti tubuh manusia hanya akan memiliki satu warna saja.

Malam Kedua
Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti: limpa, hati, paru-paru dan lambung.

Hari Ketiga
Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh itu mengeluatkan bau busuk tidak sedap.
 
Seminggu Setelahnya
Wajah mulai tampak membengkak, dua mata, kedua lisan dan pipi.
 
Setelah 10 hari
Tetap terjadi pembusukan pada kali ini pada anggota-anggota tubuh tersebut, perut, lambung, limpa..
 
Setelah 2 Minggu
Rambut mulai rontok
 
Setelah 15 Hari
Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya
 
Setelah 6 Bulan
Yang tersisa hanya rangka tulang saja.
 
Setelah 25 Tahun
Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji, dan di dalam biji tersebut, kita akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut ‘ajbudz dzanab (tulang ekor). Dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah azza wa jalla pada hari kiamat.
 
Inilah tubuh yang selama ini kita jaga. Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah dengannya. Oleh karena itulah, jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sia-sia, karena dia akan mendapatkan apa yang telah disebutkan. (Dr.Zuhair Rabih/Majalah Qiblati)
 
 
Sumber : jurnalhajiumroh.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : -
Tags : Norma, Akidah

Lecehkan Hijab, Aktris Hollywood Minta Maaf

WASHINGTON -- Aktris Hollywood, Lena Dunham, dihujani kritikan atas foto hijabnya di akun Twitter pribadinya. Dunham pun langsung meminta maaf atas foto dan caption yang dinilai melecehkan pengguna hijab itu.

Beberapa hari yang lalu, bintang serial Girls itu berpose dengan menggunakan syal yang menyerupai jilbab umat Muslim. Foto tersebut lalu diposting dalam akun Twitternya dengan disertai caption, "Saya punya gaya gothic / sikap fundamentalis yang sejati ketika saya bangun dari tidur siang."

Dunham boleh jadi tidak bermaksud melecehkan siapa pun. Namun foto tersebut diunggah bersamaan dengan rakyat Amerika Serikat yang masih berkabung dengan tragedi penembakan di Wisconsin Sikh yang menewaskan tujuh orang pada 5 Agustus lalu.

Dalam pernyataan maafnya, Dunham mengaku tidak mengetahui tragedi yang menimpa komunitas India-Amerika itu. Saat tragedi itu terjadi, Dunham mengaku tengah sangat sibuk dengan aktivitas syutingnya.

"Saya tidak sadar bahwa waktu itu adalah saat yang sangat buruk untuk membuat lelucon. Saya senang Anda telah memberi tahu dan saya akan menghapus tweet itu," kata Dunham seperti dikutip The Hollywood Gossip, Ahad (12/8).

Meski mendapat pembelaan dari sebagian followernya, Dunham mengaku bersalah dan pantas mendapat kecaman. "Malam ini saya akan membaca setumpuk (surat kabar) New York Times, merenungkan batas-batas humor," imbuhnya. 


Sumber : republika.co.id / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Lena Dunham
Tags : Norma, Akidah

Monday, August 6, 2012

Walikota: Kurangi Penggunaan Pengeras Suara Masjid

PALANGKARAYA, -- Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia mengimbau seluruh umat muslim yang membaca Al Quran (tadarus) pada malam hari di bulan suci Ramadhan 1433 Hijriyah hendaknya mengurangi penggunaan pengeras suara masjid.

Hal ini diperlukan karena penduduk Palangka Raya terdiri dari berbagai macam agama, tidak hanya umat Islam, kata Wali Kota Riban di Palangka Raya, Minggu.

Kebiasaan tadarus sampai waktu subuh tetap dapat dilakukan tanpa menggunakan pengeras suara masjid sehingga tidak mengganggu jam istirahat masyarakat non muslim lain. Oleh karena itu penggunaan pengeras suara diharapkan dikurangi atau dibatasi sampai jam-jam tertentu. Bagi masyarakat yang masih ingin membaca Al Quran silakan meneruskan, namun hendaknya tidak menggunakan alat pengeras suara masjid.

Meski saat ini umat muslim sedang merayakan bulan suci Ramadhan, namun rasa toleransi antarumat beragama tetap terpelihara mengingat di Palangka Raya sendiri juga banyak warga non muslim. "Kami rasa masyarakat mengerti, sebab warga non muslim yang ingin istirahat di rumah dekat masjid mungkin sedikit agak terganggu karena adanya aktivitas tadarus dengan menggunakan alat pengeras suara," ucap Riban.

Dia mengharapkan masyarakat Palangka Raya saling menghormati serta meningkatkan kerukunan dan rasa takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga tujuan kerukunan antarumat beragama di Palangka Raya diakui dapat tercipta dengan baik.

Meski rasa tolerasi keagamaan tersebut sudah berjalan dengan baik tidak ada salahnya manakala dipeliharan dan ditingkatkan lagi di masa mendatang, katanya. "Kami ingin masyarakat sejahtera, aman, rukun dan damai sentosa. Hal ini penting karena Palangka Raya terlihat suasananya semakin baik dan damai antarsuku dan agama. Jadi antarumat beragama semakin saling menghormati satu dengan lainnya," ujar Riban
.
Untuk itu, semua pihak diharapkan menjaga keamanan dan ketertiban daerah masing masing dengan mengintensifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di setiap desa atau kelurahan. "Kalau ada orang yang dianggap mencurigakan, sebaiknya laporkan ke pihak berwajib. Sebab, pihak keamanan siaga mengamankan Ramadhan di Palangka Raya tahun ini," demikian Wali Kota Riban Satia.


Sumber : oase.kompas.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : ilustrasi
Tags : Norma, Akidah

Wednesday, June 6, 2012

Adab Mengendalikan Amarah Menurut Islam


JAKARTA - Jangan marah!" begitu sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang di riwayatkan Imam Bukhari.

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang bisa saja marah. Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Lalu apa makna hadis Nabi SAW itu? Ibnu Hajar dalam Fathul Bani menjelaskan makna hadis itu: "AlKhath thabi berkata, "Arti perkataan Rasu lullah SAW 'jangan marah' adalah menjauhi sebab-sebab marah dan hendaknya menjauhi sesuatu yang meng arah kepadanya." Menurut 'Al-Khaththabi, marah itu tidaklah terlarang, karena itu adalah tabiat yang tak akan hilang dalam diri manusia.

Nah, apa yang harus dilakukan seorang Muslim ketika marah? Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitab Mausuu'atul Aadaab alIslamiyah, mengungkapkan hendak nya seorang Muslim memperhatikan adab-abad yang berkaitan dengan marah. Berikut adab-adab yang perlu diperhatikan terkait marah.

Pertama, jangan marah, kecuali karena Allah SWT. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan amal. Misalnya, marah ketika menyaksikan perbuatan haram merajalela. Seorang Muslim yang marah karena hukum Allah diabaikan merupakan contoh marah karena Allah.

"Seorang Muslim hendaknya menjauhi kemarahan karena urusan dunia yang tak mendatangkan pahala," tutur Syekh Sayyid Nada. Rasulullah SAW, kata dia, tak pernah marah karena dirinya, tapi marah karena Allah SWT. Nabi SAW pun tak pernah dendam, kecuali karena Allah SWT.

Kedua, berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, sesungguhnya semua kemarahan itu buruk, kecuali karena Allah SWT. Ia mengingatkan, kemarahan kerap berujung dengan pertikaian dan perselisihan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam dosa besar dan bisa pula memutuskan silaturahim.

Ketiga, mengingat keagungan dan kekuasaan Allah SWT. "Ingatlah kekuasaan, perlindungan, keagungan, dan keperkasaan Sang Khalik ketika sedang marah," ungkap Syekh Sayyid Nada. Menurut dia, ketika mengingat kebesaran Allah SWT, maka kemarahan akan bisa diredam. Bahkan, mungkin tak jadi marah sama sekali. Sesungguhnya, papar Syekh Sayyid Nada, itulah adab paling bermanfaat yang dapat menolong seseorang untuk berlaku santun (sabar).

Keempat, menahan dan meredam amarah jika telah muncul. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, Allah SWT menyukai seseorang yang dapat menahan dan meredam amarahnya yang telah muncul. Allah SWT berfirman, " … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS Ali Imran:134).

Menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bahri, ketika kemarahan tengah me muncak, hendaknya segera menahan dan meredamnya untuk tindakan keji. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki." (HR Ahmad).

Kelima, berlindung kepada Allah ketika marah. Nabi SAW bersabda, "Jika seseorang yang marah mengucapkan; 'A'uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya." (HR Ibu 'Adi dalam al-Kaamil.)

Keenam, diam. Rasulullah SAW bersabda, "Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad). Terkadang orang yang sedang marah mengatakan sesuatu yang dapat merusak agamanya, menyalakan api perselisihan dan menambah kedengkian.

Ketujuh, mengubah posisi ketika marah. Mengubah posisi ketika marah merupakan petunjuk dan perintah Nabi SAW. Nabi SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring." (HR Ahmad).

Kedelapan, berwudhu atau mandi. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf. "Maka dari itu, wudhu, mandi atau semisalnya, apalagi mengunakan air dingin dapat menghilangkan amarah serta gejolak darah," tuturnya.

Kesembilan, memeberi maaf dan bersabar. Orang yang marah sudah selayaknya memberikan ampunan kepada orang yang membuatnya marah. Allah SWT memuji para hamba-Nya "... dan jika mereka marah mereka memberi maaf." (QS Asy-Syuura:37).

Sesungguhnya Nabi SAW adalah orang yang paling lembut, santun, dan pemaaf kepada orang yang bersalah. "... dan ia tak membalas kejahatan dengan kejahatan, namun ia memaafkan dan memberikan ampunan... " begitu sifat Rasulullah SAW yang tertuang dalam Taurat, kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa AS.


Sumber : republika.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : ilustrasi
Tags : Norma, Agama, Akidah